Tampilkan postingan dengan label jepara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jepara. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 April 2023

SATE KAMBING SOLO ☆☆☆

                   tampak depan warung sate solo ☆☆☆ mlonggo



Setelah sukses menggonyang lidah warga kota jepara kususnya,kini sate kambing solo melebarkan sayapnya alias buka cabang di daerah mlonggo jepara.jika kita sedang melintas di jalan raya jepara-bangsri kususnya di km10 kita akan di sambut dengan aroma sembribit angin bertiupkan wangi khas sate solo ☆☆☆

  kenapa bisa begitu he he karena tepat di daerah kecamatan mlonggo km10 itulah ada warung sate kambing solo☆☆☆.atau tepatnya 500 meter sebelah kiri dari pasar mlonggo jepara.dan kenapa bisa di sebut sate solo di karenakan yang jualan asli orang solo dan bumbu dan bahan utama berupa daging pun di datangkan dari kota solo. sate kambing solo bintang tiga (☆☆☆)ternyata bukan sekedar bintang saja.namun untuk meraih satu bintang mas agus harus babat alas atau buka usaha berupa warung sate kambing.dan bintang pertama itu terhitung sejak buka di shoping center jepara,terus sampek keluar jawa di daerah rio pekan baru pun ada.dan hingga akirnya kembali ke tanah jawa ke jepara kususnya di daerah mlonggo jepara.warung sate ini buka jam 10pagi tutup hingga jam 9 malam. Di tempat ini menyediakan menu ada sate.
                                  Tengkleng

                                   Sate kambing solo

                                  Tongseng solo

Penampilan menu sate,tongseng ,tengkleng solo.


 kambing,tongseng,tengkleng,gulai. Untuk harga satu porsi sate kambing atau tongseng plus nasi sama minum hanya dengan 47ribu rupiah saja dan untuk tengkleng sama gulai komplit nasi sama minum hanya 37ribu rupiah saja.dengan fasilitas nasi putih ambil sendiri dan krupuk gratis ,ternyata tempat ini ramai di padati pengunjung.selain ramai jualan sehari hari ternyata tempat ini juga menerima acara pesanan seperti hajatan mantu, khekah,slametan,dan lain lain.dan untuk menu pesanan berupa kambing guling pun bisa di sajikan di tempat ini.


Usaha yang di kelola mas agus ini ternyata resepnya atau ramuan bumbunya turun temurun sudah ada sejak mbah buyutnya sedangkan mas agus sendiri sudah keturunan atau generasi yang ke 4 kalinya lumanyan lama hehe.

Selasa, 04 Juni 2019

lebaran tinggal menunggu hari mari saling memaafkan



                
                                          

Lebaran tinggal menghitung hari, suasana hening nampak saat aku berada di  dermaga ujung batu jepara. pagi itu matahari terbit tepat di atas gunung muria.terlihat hanya beberapa kapal nelayan masih bersandar di dermaga.beda jauh yang biasanya banyak perahu nelayan yang berlabuh usai membongkar ikan di tempat pelelangan ikan ( tpi ) yang ada di dekat pelabuhan kini sebagian besar perahu nelayan tersebut sudah merapat di tepian dan menurunkan jangkar mereka .itu di karenakan akhir akhir ini cuaca di perairan jepara sedang buruk, shyah bandar menyatakan tinggi gelombang mencapai 4 meter, jadi para nelayan tersebut tidak bisa melaut dan memilih meninggalkan jala jala dan perahu mereka, pulang lebih awal kumpul sama keluarga mengingat lebaranpun sudah dekat.karena kebanyakan para nelayan tersebut berasal dari jawa timuran.sedangkan perahu nelayan yang masih bertahan kemungkinan berasal dari kota jepara sendiri. para nelayan tersebut nampak hanya memilih membenahi jala mereka yang rusak akibat terkena karang. keadaan akan kembali ramai setelah hari raya idul fitri nanti tepatnya setelah seminngu dari hari raya tersebut. itu dikarenakan ada pesta lomban. pesta lomban sendiri adalah perayaan yang biasa di lakukan warga pesisir setelah sebulan menjalankan ibadah puasa atau juga sering di sebut perang teluk para nelayan biasanya menghiasi kapal mereka dengan lepet dan kupat sebagai amunisi untuk berperang nanti dalam arti saling melempar makanan lepet dan kupat tadi sebagai tanda saling memaafkan.biasanya dilakukan setelah seminggu dari hari raya idul fitri atau sedekah laut ,atas rasa syukur ke pada allah  biasanya di tandai dengan di lakukan upacara adat  pelarungan kepala kerbau yang di arak dengan perahu nelayan untuk di buang di tengah tengah laut, dengan tujuan agar di berikan keselamatan dan hasil saat mencari ikan.
                                    
                                     suasana tempat pelelangan ikan (tpi) yang terlihat sepi      
                                                      
                                                     

                            
                                           
                                          
                                        suasana dermaga ujung batu jepara yang sepi
Siang itu tak terasa matahari sudah di atas kepala pantulan sinar matahari yang kena air laut memancarkan rasa panas. haus dan dahaga sangat terasa meskipun masih puasa namun aku masih semangat untuk menjalaninya karena semua itu akan terasa berbeda jika sudah saatnya.sore itu matahari mulai terbenam dan sebentar lagi mahgribpun datang, sejalan dengan berlalunya mahgrib dan datangnya isya gema takbir pun sudah berkumandang allah huakbar, allah huakbar, allah huakbar, la ila lailahllah hu allah huakbar allah huakbar wallilah ilham itu tanda hari kemenangan tlah tiba.

                                  sunset di pulau panjang sedikit terhalang mendung      

walaupun muka tak sempat bertatap, tangan tak sempat berjabat kami sekeluarga besar sate kambing solo ☆☆☆ mengucapkan selamat hari raya idul fitri Minal Aidzin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.
                                      

Senin, 20 Mei 2013

perang obor tegal sambi warisan leluhur yang lestari hingga kini

Indonesia memang kaya akan budaya, salah satunya adalah perang obor tegal sambi jepara ya itulah salah satu warisan leluhur turun temurun yang sampai sekarang masih di lestarikan sampai saat ini.malam itu suasana di perempatan desa tegal sambi kecamatan tahunan mendadak ramai.dari anak kecil sampai bapak yang sudah tua ikut memadati di perempatan tegal sambi yang sesak, berhimpit himpitan, panas, menegangkan. itulah gambaran ketika saya berada di sana.karena malam itu perang obor salah satu upacara tradisional khususnya bagi warga tegal sambi jepara akan dilangsungkan.selain perang obor pentas wayang kulit pun di pentaskan semalam suntuk di balai desa tegal sambi. perang obor ini di adakan pada setahu sekali biasanya di gelar pada hari senin pahing malam selasa pon di saat pasca panen atau sepuluh hari di bulan Dzulhijjah,namun untuk tahun ini agak  telat.sebelum upacara perang obor di gelar pada siang harinya kepala desa dan segenap tokoh warga tegal sambi melakukan ziarah kubur ke tempat makam leluhur desa tegal sambi dan di teruskan dengan membaca doa doa dan ayat ayat suci al quran.sebelum api obor di sulut pusaka desa dan uborampe peralatan perang obor berupa daun kelapa kering yang sudah di gulung gulung di arak oleh kepala desa di iringi pamong atau perangkat desa menuju perempatan tegal sambi untuk melakukan ritual doa bersama agar di beri kelancaran saat perang obor di gelar.

                                 ''  ritual doa bersama saat berada di perempatan desa tegal sambi''

Dalam perang obor yang berjumlah 40 orang ini di bagi menjadi empat bagian dan empat wilayah di perempatan yang berjarak  yaitu 100 m ke utara, 100 m ke timur, 100 m ke selatan dan 50 m ke barat.obor dalam perang ini terbuat dari gulungan atau bendelan 2 (dua) atau 3 (tiga) pelepah kelapa yang sudah kering dan bagian dalamnya diisi dengan daun pisang kering.

                        " pemain obor dan pelepah daun kelapa kering siap di mainkan "


perang obor ini ternyata bertujuan sebagai ritual tolak bala dan ucapan syukur masyarakat Tegalsambi atas panen yang melimpah.
Upacara ini didasarkan atas legenda Ki Gemblong yang dipercaya oleh Kyai Babadan untuk merawat dan menggembalakan ternaknya. Namun karena terlena dengan ikan dan udang di sungai, ternak tersebut terlupakan sehingga sakit atau mati. Kyai Babadan yang tidak terima dengan kelalaian Ki Gemblong, memukul Ki Gemblong dengan obor dari pelapah kelapa. Akibatnya ia menggunakan obor serupa untuk membela diri. Tanpa diduga, benturan kedua obor menyebarkan api di tumpukan jerami di sebelah kandang. Ternak yang awalnya sakit tiba-tiba menjadi sembuh. 
Kepercayaan terhadap api obor yang mampu mendatangkan kesehatan dan menolak bala inilah yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan upacara Perang Obor
                                                       "   perang obor tegal sambi  "
                                              

Di perlukan keberanian tersendiri  untuk mengambil foto foto di sini, mengingat medan perang obor yang sempit dan biasanya jika perang sudah berlangsung dan api sudah berkobar ke mana mana para pemain ini sudah tidak mengenal lagi mana kawan mana kawan dan terlebih kadang penonton pun ikut kena percikan api, namun semua itu tidak usah di takutkan karena bagi pemain atau penonton yang kena luka bakar karena perang obor ini ibu kepala desa sudah mempunyai obatnya yaitu dengan berupa minyak kelapa murni buatan sendiri yang dipadukan dengan bunga layu yang dido’akan yang diambil dari Pundhen desa setempat. Setiap malam Jum’at warga datang membawa bunga ke pundhen yang kemudian didoakan bersama-sama , selanjutnya bunga layu tersebut dikumpulkan yang selanjutnya diramu dengan minyak kelapa murni dan di oles oleskan pada luka, beberapa hari kemudian luka itu akan mengering dan sembuh.

Selasa, 03 Januari 2012

SENTRA PATUNG DESA WISATA MULYOHARJO

                                     '' Tugu patung bergambar kuda di desa wisata mulyoharjo'' 

Selain terkenal dengan wisata alam ternyata jepara terkenal juga di wisata industri kreatif di bidang kerajinanya yang meliputi kerajinan monel di desa kriyan, kerajinan pande besi di desa purwogondo, kerajinan tenun ikat di desa troso, kerajinan mainan anak anak di desa karanganyar, kerajinan kreneng di desa gindangelo, kerajinan ayaman bambu di desa kendengsidialit, kerajinan rotan di deasa teluk wetan, kerajinan gerabah di mayong lor, kerajinan patung kayu di desa mulyoharjo dan di desa mulyoharjo sinilah salah satu tempat yang di canangkan oleh pemerintah kabupaten jepara dengan dinas kepariwisataan menjadi tempat wisata sebagai desa wisata tempat pembuatan seni ukir patung dan pahat dari kayu yang bermacam macam.desa mulyoharjo sendiri terletak di kecamatan kota kabupaten jepara, daerah ini dapat di jangkau dengan mudah oleh kendaraan mengingat jalan sudah berpaving letaknya berada di jalan masuk di pinggir jalan raya di tandai dengan simbol tugu patung bergambar kuda ,yang berjarak 2 km dari pendopo kabupaten jepara.

                                   '' jalan paving di desa wisata mulyoharjo jepara''

                             '' Foto pembuatan macan kurung yang di ambil dari situs web''

Selain pahat patung di desa mulyoharjo ini juga terdapat kaligrafi, relif, mebel ukir, hiasan interior, patung abstrak, soufenir yang unik yang semuanya itu terbuat dari satu kayu utuh tanpa terputus atau sambungan kayu. masyarakat yang ramah dan anehnya hampir semua warganya bisa mengukir baik itu pri maupun wanita salah satu jenis ukiran yang melegenda atau terkenal adalah macan kurung (nama sebuah ukiran ) yang cara membuatnya itu satu bahan kayu glondong di buat kurungan dan di dalamnya terdapat macan di atas kurungan terdapat naga langsug di buat ukiran tanpa sambungan,kalo kita bayangkan wah betapa sulitnya. namun untuk jenis ukiran macan kurung ini sudah langka karena seiring berjalanya waktu pemesanan dan tingkat kesulitan yang tak sembarangan orang bisa untuk membuatnya. di daerah ini pun sering di kunjungi oleh wisatawan dari mancanegara maupun lokal untuk kepentingan bisnis atau haya sekedar jalan jalan. selain di pasaran lokal seni pahat patung di desa mulyoharjo ini mampu menembus pasaran iternasional, itu terbukti dengan bayaknya barang barang yang di ekspor sampai ke luar negri.

                                                          4 foto ini di ambil dari situs web.
                                                               kursi berbentuk tangan

                                                          '' soufenir, relif dan macan kurung''

jika anda sedang berliburan ke jepara jangan pernah lupa untuk mengunjungi tempat yang satu ini, karena di sini bayak toko toko atau showroom stan stan baru dan besar yang kelihatan unik, apik tertata mengingat seiringnya kemajuan yang pesat di daerah sini  yang menjual hasil seni kerajinanya. dan anda pun langsung bisa membeli sofenir kecil kecil nan cantik atau lainya untuk menghiasi rumah anda.
                                                       
                                                                 patung budha


aneka macam bentuk patung binatang
jerapah terbuat dari akar dan aneka macam bentuk patung binatang
kaligrafi
relif perjamuan




















    








BENTENG PORTUGIS




 
''pintu masuk yang baru masih dalam tahap penyelesaian''

Salah satu daftar nama tempat wisata sejarah yang ada di sebelah utara di kabupaten jepara adalah benteng portugis. Benteng portugis ini terletak di perbatasan antara desa mbayumanis dengan ujung watu, kecamatan donorojo, kabupaten jepara. benteng portugis ini dapat di tempuh dengan mudah oleh kendaraan karena sudah tersedianya prasarana jalan yang beraspal, yang berjarak 65 km sebelah utara dari kabupaten jepara. ketika saya datang dari arah jepara sesampainya di desa sambung oyot yang berjarak 12 km dari benteng portugis saya  di suguhi oleh indahnya pemandangan alam seperti sungai berbatu, persawahan yang melintang di lereng pegunungan dan yang membuat mata ini terpesona adalah jalan beliku liku di pingiranya terbentang hutan karet yang hijau nan rindang.

                              ''sungai berbatu dan persawahan yang berada di lereng pegunungan''


                               
                                                '' hutan karet yang hijau nan rindang''

Setelah membeli tiket seharga rp 4000,- per orang ini saya yang kebetuan di temani sama mas aris langsung menuju lokasi. untuk bisa naik ke benteng portugis yang letaknya berada di perbukitan ini saya bisa dengan mudah naik sepeda motor melewati jalan yang sudah beraspal sedikit rusak ini,atau jalan setapak berupa tangga. setelah sampai di atas saya langsung bisa melihat sisa sisa atau puing puing peninggalan zaman dahulu yang berupa benteng berbentuk segi empat di atasnya terdapat meriam yang mengarah ke laut. konon benteng tersebut di perkirakan di bangun pada zaman pemerintahan mataram kira kira pada tahun 1613-1645 untuk pertahanan menghalau musuh yang saat itu kebanyakan datang dari laut. di atas benteng ini saya bisa melihat pemandangan laut dan pulau mondoliko yang berada di sebrang laut yang berjarak 2-3 mil. jika ingin ke pulau mondoliko harus naik perahu wisata dengan biyaya rp 10.000,- itupun akan di perbolehkan saat cuaca mendukung demi keamanan pengunjung, karena di daerah perairan mondoliko itu masih bisa di bilang angker karena terdapat pusaran air yang datang dengan tiba tiba. disini juga bisa mengelilingi bukit dan menyusuri pantai yang ada di bawah benteng melalui jalan paving untuk menikmati pemandangan alam berupa deburan ombak yang menghepas bebatuan alam yang terbentuk indah karena terkikis oleh air laut, bahkan di atas tempat berbatu yang ada di pinggir pantai ini terlihat ada orang yang sedang memancing ikan. di pinggir pantai sebelah barat terdapat puing puing dulu berupa tempat persembuyian yang di gunakan untuk pengintaian musuh yang datang dari arah barat.

                                         '' mas aris saat berada di benteng portugis''

                                  ''  tempat persembunyian sekaligus tempat pengintaian''

Pegunungan clering, gunung ungkal, dan pegunungan kapaur yang bisa kita lihat dari area benteng menambahi indahnya tempat  ini. konon cerita dari penuturan salah satu warga sekitar benteng di area pegunungan kapaur ini terdapat penambanagan utuk bahan baku pembuatan keramik, sedangkan di sebelah bagian utara dari benteng portugis ini tepatnya di daerah mbalong beji juga terdapat penambangan pasir besi.

                                            '' pegunungan clering dan daerah sekitarnya''