Tampilkan postingan dengan label travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label travelling. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Juni 2019

lebaran tinggal menunggu hari mari saling memaafkan



                
                                          

Lebaran tinggal menghitung hari, suasana hening nampak saat aku berada di  dermaga ujung batu jepara. pagi itu matahari terbit tepat di atas gunung muria.terlihat hanya beberapa kapal nelayan masih bersandar di dermaga.beda jauh yang biasanya banyak perahu nelayan yang berlabuh usai membongkar ikan di tempat pelelangan ikan ( tpi ) yang ada di dekat pelabuhan kini sebagian besar perahu nelayan tersebut sudah merapat di tepian dan menurunkan jangkar mereka .itu di karenakan akhir akhir ini cuaca di perairan jepara sedang buruk, shyah bandar menyatakan tinggi gelombang mencapai 4 meter, jadi para nelayan tersebut tidak bisa melaut dan memilih meninggalkan jala jala dan perahu mereka, pulang lebih awal kumpul sama keluarga mengingat lebaranpun sudah dekat.karena kebanyakan para nelayan tersebut berasal dari jawa timuran.sedangkan perahu nelayan yang masih bertahan kemungkinan berasal dari kota jepara sendiri. para nelayan tersebut nampak hanya memilih membenahi jala mereka yang rusak akibat terkena karang. keadaan akan kembali ramai setelah hari raya idul fitri nanti tepatnya setelah seminngu dari hari raya tersebut. itu dikarenakan ada pesta lomban. pesta lomban sendiri adalah perayaan yang biasa di lakukan warga pesisir setelah sebulan menjalankan ibadah puasa atau juga sering di sebut perang teluk para nelayan biasanya menghiasi kapal mereka dengan lepet dan kupat sebagai amunisi untuk berperang nanti dalam arti saling melempar makanan lepet dan kupat tadi sebagai tanda saling memaafkan.biasanya dilakukan setelah seminggu dari hari raya idul fitri atau sedekah laut ,atas rasa syukur ke pada allah  biasanya di tandai dengan di lakukan upacara adat  pelarungan kepala kerbau yang di arak dengan perahu nelayan untuk di buang di tengah tengah laut, dengan tujuan agar di berikan keselamatan dan hasil saat mencari ikan.
                                    
                                     suasana tempat pelelangan ikan (tpi) yang terlihat sepi      
                                                      
                                                     

                            
                                           
                                          
                                        suasana dermaga ujung batu jepara yang sepi
Siang itu tak terasa matahari sudah di atas kepala pantulan sinar matahari yang kena air laut memancarkan rasa panas. haus dan dahaga sangat terasa meskipun masih puasa namun aku masih semangat untuk menjalaninya karena semua itu akan terasa berbeda jika sudah saatnya.sore itu matahari mulai terbenam dan sebentar lagi mahgribpun datang, sejalan dengan berlalunya mahgrib dan datangnya isya gema takbir pun sudah berkumandang allah huakbar, allah huakbar, allah huakbar, la ila lailahllah hu allah huakbar allah huakbar wallilah ilham itu tanda hari kemenangan tlah tiba.

                                  sunset di pulau panjang sedikit terhalang mendung      

walaupun muka tak sempat bertatap, tangan tak sempat berjabat kami sekeluarga besar sate kambing solo ☆☆☆ mengucapkan selamat hari raya idul fitri Minal Aidzin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.
                                      

Selasa, 28 Mei 2013

menikmati alam ciwalini di pagi hari

                                                              

                                              "   gerbang pintu masuk menuju ciwalini  "           

Bandung memang kaya akan tempat wisatanya alamnya, selain tangkuban perahu, kawah putih, ranca upas, ranca balli, masih ada ciwalini.gunung patuha yang kaya akan belerang yang meletus berapa ratus tahun silam, lalu membentuk sebuah kawah dan akibat dari letusan itulah yang menyuburkan tanah di bumi parahyangan ini.di sekitar gunung patuha tersebut ternyata di temukan bayak sumber mata air panas.salah satunya ada ciwalini.ciwalini sendiri adalah obyek wisata berupa pemandian air panas yang panas itu ternyata berasal dari sumber gunung patuha yang kaya akan belerangnya.suasana alam yang sejuk dan tenang bagai di pedesaan memang cocok untuk mengusir stres. bagi anda yang ingin menikmati wisata hawa sejuk pegunungan ciwalini bisa di jadikan pilihan. letak kota bandung yang hanya 2 jam dari kota jakarta, sering kali ciwalini menjadi pilihan menghabiskan waktu libur di akhir pekan bagi warga jakarta dan sekitarnya. tidak berlebihan karena bandung memang masih memiliki udara yang bersih dengan hawa sejuk pegunungan dan merupakan pemandangan yang langka bagi warga jakarta dan sekitarnya, di bandingkan dengan ibu kota yang macet panas dan semrawut. stres dan kesibukan saat hari kerja akan hilang dan fress di saat berlibur di ciwalini,kolam pemandian air panas yang di apit hijaunya perkebunan teh dan gunung.konsep inilah yang di tawarkan oleh ciwalini, di kejauhan terlihat gunung yang menjulang tinggi dan di sekitar kolam ini di hiasi oleh hijaunya kebun teh

                                                    "  perkebunan teh yang hijau "
                         

.


                                                  "  kebulan asap dari air panas ciwalini "

Ciwalini sendiri terletak di desa ranca bali, ciwedey, jarak dari kota sekitar 45 km.Setelah melewati pintu gerbang masuk, pagi itu saya masih di temani sama mb vina, uli, yesy, ria  merasakan dinginya hawa sejuk di ciwalini sampai menggigil kedinginan maka paling enak adalah mandi di air panas ciwalini. karena saat pagi itu air masih dalam keadaan status medium maka bagi para pengunjung yang ingin menikmati pemandian air panas disini di sarankan untuk makan atau minum yang hangat hangat dahulu supaya tidak kram saat berenang.kebetulan karena pagi itu perut ini memang masih kosong belum di isi karena baru menempuh perjalanan maka aku putuskan untuk memesan teh hangat di sebuah warung yang berada di sekitar lokasi. teh yang di sajikan pun sedikit berbeda karena teh itu masih asli hasil dari petikan dari perkebunan setempat.sambil menikmati hangatnya teh, nasi goreng yang sebelunya di pesan pun sudah siap di sajikan,sambil menikmati alam ciwalini yang hijau tak terasa perut ini sudah kenyang habis menyantap nasi goreng, dan otot otot yang terasa kaku akibat perjalanan yang cukup jauh ini akan terasa nikkmat bila segera di rendam di sini seperti yang di lakukan para gadis gadis ini.

                                             "  mb vina,uli, ria sedang basah basahan "
                                           

           
                    
                                            
                       "  terlihat ciwalini yang ramai dan panorama gunung yang menjulang tinggi "

Selain sekedar untuk mandi ternyata air panas ini juga di percaya bisa buat terapi otot otot yang stres akibat lelah bekerja sehari hari bila sudah di rendam di sini akan terasa fress dan segat kembali, begitu juga yang punya sakit gatal gatal air yang mengandung belerang ini bisa di jadikan obatnya, selamat mencoba.

Sabtu, 17 November 2012

Exsotika Candi Cetho

Gunung lawu sendiri sebenarnya adalah destinasti wisata alam yang wajib di kunjungi karena mempunyai banyak tempat wisata, selain grojokan sewu, kali soro dan jalur pendakian  ternyata masih mempunyai tempat wisata lainya diantaranya ada tlaga sarangan, air terjun pringgondani, candi sukuh dan candi cetho.
Rasanya kurang lengkap apa bila kita sudah berada di gunung lawu kalau tidak mampir ke candi cetho.candi cetho sendiri berada bagian barat lereng gunung lawu tepatnya berada di dusun cetho, desa gumeng,kecamatan jenawi, kabupaten karanganyar ini memiliki panjang 190 m dan lebar 30 m di ketinggian sekitar 1496 m dari permukaan laut,atau yang berjarak 44 km dari arah timur kota solo.
.
                                "kurang lebih 200 m dari tulisan ini kita akan sampai di candi cetho "
                         
 Candi cetho dalam bahasa jawa cetho ( jelas ) merupakan candi bercorak agama hindu peninggalan pada masa akir kerajaan majapahit pada abad ke 15. sampai saat ini komplek candi cetho di gunakan oleh penduduk setempat yang beragama hindu sebagai tempat pemujaan dan populer sebagai tempat pertapaan bagi kalangan penganut agama asli jawa ( kejawen ).
Sekembalinya saya dari pos pendakian cemorosewu, siang itu  setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam dengan menggunakan motor  meneruskan perjalanan pulang setelah melewati terminal  tawangmangu lewat jalur karang pandan, setelah melewati jalur yang berkelok kelok dan melewati patung semar tidak jauh dari taman semar ada pertigaan ternyata mas budi membelokan motornya ke arah kanan melewati desa desa di kecamatan kemuning hingga aku sampai di jalur tanjakan tajam yang dimana di kanan kirinya terdapat perkebunan sayur dan perkebunan teh setelah melewati itu semua barulah saya tahu ternyata mas budi mengajaku ke wisata candi cetho. jalan pegunungan yang beraspal yang di mana di kanan kirinya membentang perkebunan sayur dan perkebunan teh ini menjadi pemandangan yang indah disaat perjalanan saya akan menuju ke candi cetho.struktur jalan pegunungan yang berliku- liku menanjak dan sempit membuat candi cetho ini hanya bisa di akses dengan kendaraat darat berupa motor dan mini bus.

                                       "perkebunan teh yang hijau tumbuh di perbukitan "

                                                             

                            

                                  
                                   

"jalan perbukitan yang berliku liku "
                     "Dari sinilah kita bisa melihat cetho (jelas ) alam bagian barat dari candi cetho"                                                                                                                                                               
Hanya dengan tiket masuk seharga rp 6.000,- per orang ini saya di temani mas budi melangkahkan kaki ke area gapura pintu masuk, sebelum masuk ke area candi keanehan pun terjadi kedatangan kami sudah di sambut dengan bau wangi dupa, padahal setelah di lihat lihat di area gapura masuk tak ada tanda tanda adanya di temukan bekas bekas dupa yang menyala. setelah mengucapkan kalimat salam dan kami masuk ke dalam area candi bau wangi dupa yang sebelumnya sudah menusuk hidung ini hilang begitu saja, seperti hembusan angin yang berlalu begitu saja.
                                                           

                                           
                                                           
Setelah melewati gerbang pintu masuk ternyata Candi Cetho memiliki sembilan tingkatan berundak.sebelum gapura besar berbentuk candi bentar kita akan mendapati dua pasang arca penjaga. tingkatan pertama setelah gapura masuk merupakan halaman candi. tingkatan kedua masih merupakan halaman dan disini terdapat petilasan ki Ageng krincingwesi, leluhur masyarakat dusun cetho. di depan petilasan ki Ageng krincingwesi terlihat ada sesaji berupa segelas kopi, rokok dan bekas dupa yang habis menyala, mengetahui ini dalam benak saya pada waktu itu mungkinkah bau dupa yang menyambut kami saat baru permana datang itu berasal dari sini? kalau memang benar berarti kedatangan kami telah di sambut oleh leluhur masyarakat dusun cetho.tempat ini biasanya ramai di kunjungi pada hari libur, sabtu minggu, dan malam satu suro. selain wisatawan lokal ternyata wisatawan asing pun kerap ke sini.
                                                             
                                                                                          
Selanjutnya ketingkatan ke tiga terdapat sebuah tataan batu mendatar di permukaan tanah yang menggambarkan kura kura raksasa,surya majapahit (di duga sebagai lambang majapahit) dan simbol phallus (penis,alat kelamin laki laki)sepanjang dua meter di lengkapi dengan hiasan tindik (piercing) bertipe ampallang. kura kura adalah lambang penciptaan alam semesta sedangkan penis merupakan simbol penciptaan manusia.terdapat penggambaran hewan hewan lain, seperti mimi, katak dan ketam.simbol simbol hewan  yang ada, dapat di baca sebagai surya sengkala berangka tahun 1373 saka atau 1415 era moder.

                                  " simbol phallus yang berarti penis alat kelamin laki laki "

                        
 Arca phallus (kelamin laki laki ) yang bersentuhan dengan arca berbentuk vagina (kelamin wanita ) arca ini di satukan dengan bentuk garuda.
                        
Pada bagian selanjutnya dapat di temui jajaran batu pada dua dataran bersebelahan yang memuat relief cuplikan kisah sudhamala, seperti yang terdapat di candi sukuh. kisah ini masih populer di kalangan  masyarakat jawa sebagai dasar upacara ruwatan. dua aras berikutnya memuat bangunan bangunan pendapa yang mengapit jalan masuk ke candi.sampai saat ini pendapa pendapa tersebut di gunakan sebagai tempat perlangsungan upacara keagamaan

                                                                    .

                                                
                            " pendapa yang saat ini masih di gunakan sebagai tempat keagamaan "
       
Pada tingkatan ke tujuh dapat di temui dua arca di sisi utara dan selatan. disisi utara merupakan arca sabdapalon dan di selatan nayagenggong, dua tokoh setengah mitos (banyak yang menganggap sebetulnya ke duanya satu orang ) yang diyakini sebagai abdi dan penasehat spiritual sang Prabu Brawijaya v.

     " Di dalam sinilah yang di mana di bagian kanan dan kiri terdapat arca sabdapalon dan nayagenggong  "

                                                                         
           
                                               
                                         
                                      " ketika saya bersama turis asing warga belanda "
               
pada tingkatan ke delapan terdapat arca phallus (di sebut kuntobimo ) di sisi utara dan arca sang prabu Brawijaya v dalam wujut mahadewa.pemujaan terhadap arca phallus melambangkan ungkapan syukur dan pengharapan atas kesuburan yang melimpah atas bumi setempat.

                                                              "  arca phallus "
                                            
         
                                                       
             
                                                       " arca Prabu Brawijaya v "                                                                            
Pada tingkatan terakir sembilan adalah tingkatan tertinggi sebagai tempat pemanjatan doa.di sini terdapat bangunan batu berbentuk kubus.
Di sebelah atas bangunan candi cetho terdapat sebuah bangunan puri saras wati yang di mana arca dewi saras wati itu di datangkan dari daerah gianyar bali,dan di sebelahya puri saras wati terdapat  bangunan kuno yang jaman majapahit  di gunakan sebagai menyimpan benda pusaka namun saat ini sering di gunakan sebagai tempat permohonan doa.berdekatan dengan tempat permohonan doa tersebut masih ada sendang pundi sari yang saat sekarang dan yang pada masa lalu di gunakan sebagai tempat membersihkan diri sebelum melakukan ritual peribadahan .
                                                        " Puri Saras wati "
                                                                   


                                 
                             
                                                 "  Tempat permohonan doa"

                                                   " Sendang pundi sari "
                                                      
Di dekat  bangunan candi yang berjarak 300 m dengan menuruni lereng yang terjal di temukan lagi komplek bangunan candi yang oleh masyarakat sekitar di sebut sebagai candi kethek (candi kera).

Senin, 12 November 2012

Pesona Alam Gunung Lawu

                                         "  tugu selamat datang di kabupaten karanganyar "        

Setelah puas seharian berada di kota solo, pagi itu kuteruskan perjalananku ke arah sebelah timur kota solo.setelah melewati jembatan bengawan solo tibalah aku di kabupaten karanganyar, bengawan solo merupakan batas bagian timur kota solo dan jembatan bengawan solo sendiri yang menghubungkan antara kota solo dan kabupaten karanganyar.

                                                         "  jembatan bengawan solo "               
 Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam dengan menggunakan motor bersama mas budi tibalah aku di tawangmangu. tawangmangu adalah nama kecamatan yang berada di kabupaten karanganyar ,jawa tengah. tawang mangu dikenal sebagai obyek wisata pegunungan di lereng barat gunung lawu.jarak antara tawang mangu ke kota solo kurang lebih 42 km, dan dapat di tempuh melalui dua jalur yaitu jalur mateseh atau karangpandan. jalan pegunungan yang beraspal hot mix dan di tambah adanya prasarana terminal dan angkuta berupa bus membuat tempat ini mudah di jangkau.

                                                 
                                          
 Salah satu tempat wisata yang paling dekat di tawangmangu adalah grojokan sewu.setelah membeli tiket masuk seharga rp 6000,- per orang ini aku bersama mas budi masuk ke wisata grojokan sewu dan layaknya seorang tour guide mas budi  mengajak keliling dan menjelaskan satu persatu wisata yang ada di daerah gunung lawu ini dan salah satunya grojokan sewu ini. grojokan sewu sendiri terletak di lembah kaki bukit gunung lawu.untuk bisa kesana saya harus menuruni jalan berupa anak tangga yang berjumlah 1250 dari atas maupun ke bawah sampai grojokan sewu. di tengah- tengah perjalananku ke grojokan  tepatnya di tengah tengah tangga aku di kagetkan dengan segerombolan satwa kera liar yang bergelantungan di pohon yang ada di situ.dan kera-kera itu biasanya suka jail mengambil minum atau makanan dari pengunjung yang lewat di situ, makanya bila kita berkunjung ke tempat ini kita harus extra waspada jangan pernah menampakan makan atau botol minum kita bila tidak ingin di ambil sama kera -kera tersebut. suara gemuruh air grojokan yang terdengar dan pemandangan yang indah serta hawa sejuk di sepanjang jalan menuju grojokan membuatku semakin semangat untuk segera sampai di grojokan tersebut. dan alangkah indah nya ketika mata ini terbuka melihat panorama tebing yang tinggi di tengahnya mengalir air yang jernih yang disebut grojokan sewu.gerojokan sewu memang memiliki pesona tersendiri, derasnya air yang mengalir, menghujam kebebatuan,dan menciprat kian kemari menimbulkan sensasi kesegaran. siapa saja yang kesini pasti tergoda menikmati sensasi ini. belum lagi jika menceburkan diri kedalam air,segarnya sekejap membalut seluruh tubuh. tinggi grojokan sewu sendiri adalah kurang lebih 81 m,sungai berbatu yang jernih dan bersih membuat daya tarik utuk bermain air hingga basah basahan di grojokan sewu ini. setelah puas bermain air perut perut ini pun mulai keroncongan dan tidak jauh dari grojokan tersebut ada warung warung permanen yang menjajakan makanan salah satunya ada warung sate kelinci pak karno.untuk harga satu porsi plus lontong hanya seharga rp 10.000,- saja.dan lagi lagi di sekitar warung ini pun kita harus  hati hati, karena saat kera lapar biasanya turun bersama gerombolanya untuk mencari makan di sekitar warung warung ini, dan bila kita lengah seperti yang terjadi sama mas budi ini air botol minumanya pun di sikat oleh kera kera tersebut.selain warung di tempat ini juga terdapat mushola, kolam renang dan permainan anak anak .

                              
                             
                                                             "   grojokan sewu  "
                           
                     
                                             " penampilan mas budi dan sate kenlinci  "
 Waktu pun terus berjalan dan mata haripun sudah di atas kepala kita, itu tandanya saya cabut dari gerojokan sewu dan meneruskan perjalanan ke puncak jalur pendakian yang ada di gunung lawu.tinggi gunung lawu sendiri 3.265 m dari permukaan laut.di gunung lawu ini banyak puncak jalur pendakian di antaranya ada cemorokandang,cemorosewu .cemoro sewu gunung lawu sendiri terletak di propinsi jawa timur  kabupaten magetan. dan jarak antara cemorokandang dengan cemoro sewu kurang lebih 1 km .sebelum kami sampai di puncak dalam perjananan ke atas kami di suguhi pemandangan yang luar biasa jalan yang berliku liku di sepanjang jalan tersebut membentang ladang sayur dan hutan cemara yang sejuk apalagi di tempat ini terkenal dengan penghasil sayur sayuran yang segar diantaranya ada wortel, tomat, kol, bawang dan strobery.
                                              " alam pegunungan dimana nampak perkebunan sayur "


                               
                              
                                 
                                         
                                     strobery segar yang harga perbungkusnya rp 10.000,-

Setelah melewati hutan cemara ladang sayur akirnya saya sampailah di perbatasan antara propinsi jawa tengah dan jawa timur, yang di batasi oleh sebuah jembatan yang ada disitu dan setelah melewati jembatan tersebut beberapa menit dari situ saya tiba di jalur pendakian cemorosewu yang saat itu cuaca berkabut hitam sedang menyelimuti puncak.

                    "  jembatan inilah yang menghubungkan antara propinsi jawa tengah dan jawa timur "

                               
                               
                                      "  saat saya berada di jalur pendakian cemorosewu  "                                             jika kita sudah berada di pos pendakian gunung lawu ini bila ingin ke puncak harus menempuh jarak pendakian sekitar 8 km lagi dari pos.cuaca yang tak selalu menentu di puncak ini maka bila anda ingin mendaki di sini maka hanya satu pesanku berhati hatilah, selamat mencoba.