Minggu, 11 November 2012

Jalan jalan ke kota Solo

                                                  "  museum RadyaPustaka Surakarta "                                                                                                                                                        Setelah menempuh perjalanan selama 6 jam dari kota jepara akirnya sampai juga saya di kota solo. sebelum sampai di kota solo saya transit dulu di terminal terboyo semarang dan dari terminal situlah saya naik bus jurusan solo dan terminal tertonadilah tempat saya menginjakan kaki setelah turun dari bus jurusan solo - semarang,setelah itu barulah kuteruskan perjalananku ke kampung halamanku yang tempatnya tidak jauh dari terminal tersebut, kira kira setengah jam dengan di tempuh naik bus jurusan sragenan.setelah sampai barulah aku istirahat sejenak dan keesokanharinya baru kuputuskan untuk jalan jalan di kota solo. tempat yang pertama kali aku kunjungi adalah keraton surakarta dan Museum radyaPustaka. di temani mas budi saya di ajak keliling keraton dan setelah membeli tiket seharga rp 10.000 per orang ini saya bersama mas budi masuk kedalam museum yang pada saat itu ramai di kunjungi oleh wisatawan dari luar daerah. dan salah satu peraturan yang harus di taati ketika menginjakan kaki di dalam keraton kita yang pakai sendal harap dilepas karena untuk menghormati.

                                             
                                        
                                      "  mas budi saat berada di dalam pelataran keraton solo "



Sejarah mengatakan  museum ini didirikan pada masa pemerintahan pakubuwono1X oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodinengrat lv di dalem kepatihan pada tanggal 28 oktober1890. Kanjeng Raden Adipati Sosrodinengrat 1V pernah menjabat sebagai patih pakubuwono lx dan pakubuwono X. museum ini lalu di pindahkan ke lokasinya sekarang ini. gedung Museum RadyaPustaka di jalan Slamet riyadi Surakarta, pada 1 januari 1913 kala itu gedung museum merupakan rumah kediaman salah seorang warga belanda bernama Johannes Busselaar.Museum RadyaPuataka memeliki koleksi  yang terdiri dari berbagai macam arca hindu budha antara lain arca rara jonggrang yang artinya adalah perawan tinggi namunsebenarnya adalah arca dewi durga selain itu ada pula arca Boddhisatwa dan siwa arca arca ini di temukan di daerah solo, pusaka adat, wayang kulit,  meriam beroda dari masa voc yang berasal dari abad ke - 17 dan ke- 18 dan buku buku kuno.dan berikut benda peninggalan dahulu yang berada di museum


                         


Berada di ruang bagian barat terdapat sebuah kepala patung raksasa yang terbuat dari kayu dan merupakan hasil karya pakubuwono V ketika beliau masih putra seorang mahkota patung tersebut sebenarnya ada dua yang satu di simpan di keraton surakarta. patung ini adalah hiasan depan sebuah perahu yang di pakai untuk mengambil permaisuri pakubuwono  lV yang berasal dari madura. sampai sekarang patung ini masih di anggap keramat dan sering di beri sesaji.
                                                     
                                                          "  kyai rajamala "

                                           "  posil kyai slamet yang di temukan di solo"
                                                       
   Setelah puas keliling keraton dan museum tak terasa waktu semakin sore dan akhirnya kami pun memutuskan ke sebuah tempat yang sering di kenal dengan galabo. galabo sendiri mempunyai arti  gladak langen bogan, sebuah tempat kuliner malam di kota solo. galabo hanya buka pada malam hari, yang terletak di sebelah timur bundaran gladak, tepatnya berada di jalan mayor sunaryo depan benteng trade center dan pusat grosir solo ( pgs ).jika siang hari tempat ini menjadi jalan raya dan saat malam hari jalan ini di tutup dan berubah menjadi arena kuliner. dibuka setiap hari pada jam 17.00 sampai jam 05.00, di galabo tersedia menu beraneka ragam dari segi harga sangat terjangkau mulai dari hik ( hidangan istimewa kampung ) sampai hidangan tradisional legendaris seperti timlo, nasi liwet, wedang ronde,gudhek ceker, sate kere, sampai sate tempe gembuspun tersedia di sini.


                                             " suasana malam gladak ( galabo ) "

setelah puas di galabo malam itu masih berlanjut di Sriwedari atau taman hiburan rakyat  ( thr ) kota solo,hanya dengan tiket masuk rp 7000 per orang ini kita bisa menyaksikan pentas musik tembang tembang kenangan atau sajian wayang orang, ketoprak, dan menikmati segala macam permainan yang ada.
     
                                           "   mas budi saat berada di sriwedari "

setelah puas menikmati malam di sriwedari, akirnya aku mampir di alun alun kidul di situlah tempat terakir yang ku kunjungi  sebelum kami pulang di situ di temani mas budi  yang masih setia bersama menyantap nasi liwet, nasi khas solo.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar