Sabtu, 27 Oktober 2012

Cerita kehidupan di saat matahari terbit

                                       "  mentari pagi yang baru saja memancarkan sinarnya "


Malam itu di temani seorang kawan dengan membawa peralatan memancing aku pergi ke sebuah dermaga ujung batu jepara,pada saat itu suasana di dermaga ujung batu nampak lengang, kapal kapal nelayan yang biasanya bersandarpun tak terlihat. suara deru ombak campur angin sedikit kencang membuat perasaan saat malam itu sedikit gemetar was was karena tiga hari sebelum malam itu di tempat itu di temukan jasad seorang yang habis tenggelam karena tidak bisa berenang, akirnya kamipun memilih memancing di tempat paling ujung di dermaga itu.tanpa menunggu lama lagi umpanpun di pasang dan di lempar ke tengah lautan setelah menunggu sekian lama karena takkunjung dapat ikan malam itu angin terasa semakin dingin dan mata mata ini pun terasa ngantuk, dengan alas seadanya sebuah potongan kardus yang ada dengan tubuh yang lelah karena mungkin seharian sudah sibuk beraktifitas kerja kami pun tertidur pulas. selang berapa jam dari tidur kami, aku di kagetkan dengan suara gemuruh mesin disel perahu milik nelayan yang berdatangan.setelah mata ini terbangun ternyata memang waktu sudah menunjukan pajar jero ( pagi sekali ) dan kulihat mentari pagi yang baru menyibakansinarnya itu nampak cantik.

                           
                                                   "  perahu nelayan dan matahari terbit  "

Setelah semalam kau tidurkan semua yang lelah kini tibalah saatnya dirimu mulai menyibakan sinarmu. rona merah dan oranye itu menyala di atas gunung muria itu. kau pancarkan sinarmu ke alam ini, untuk membangunkan semua mahkluk ciptaannya yang ada di alam jagat raya ini. lewat sinarmu pula sangat berguna bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini. pagi itu terlihat aktifitas kehidupan di mulai dari lautan, seorang nelayan dengan perahu yang semalam  sudah mencari ikan tahu akan hadirnya dirimu, maka itu tandanya mereka harus kembali bersandar untuk menjual hasil tangkapanya di sebuah tempat pelelanagn ikan ( tpi ). segerombolan burung burung itu pun nampak mengikuti perahu itu tahu bahwa di dalam perahu nelayan itu ada ikan segar hasil tangkapan semalam. dan setelah sampai di daratan nelayan dan ikan ikan itulah baru akan di tentukan nasibnya.sesampainya di tpi (tempat pelelangan ikan ) yang ada di situtulah ikan ikan itu akan di lelang ke pada pengepul dan di sinilah ikan ikan hasil jerih payah nelayan itu akan di hargai dengan rupiah, jika nelayan tersebut membawa ikan bayak maka rupiah yang di dapat pun akan melimpah. sesampainya di tangan pengepul barulah ikan itu akan di jual ke pasar pasar dan bahkan ada yang dibawa ke luar daerah, munkin saja ikan yang ada di rumah kita yang akan kita santap menjadi lauk kita nanti itu munkin juga hasil jerih payah dari seorang nelayan tadi. maka kita patut bersyukur karena lewat jasa nelayan tadi kita masih bisa menyantap ikan segar hari ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar