Sabtu, 22 September 2012

sunset dan pak tua


     Tuhan menciptakan alam beserta isinya ini penuh dengan keaneka ragaman, ada saat siang juga ada saat malam, ada saat pasang  ada saat surut, ada saat terbit begitu juga ada saat tenggelam, ada saat fajar ada saat senja.
Sore itu jam menunjukan pukul 16.00 ,cuaca sedikit mendung tapi tak menyurutkan niatku untuk pergi ke pantai untuk melihat panorama indah pemandangan fenomena alam matahari terbenam (sunset ) . ketika saya sedang menunggu terbenamnya sang surya, sore itu di tepi pantai sebelah selatan pantai bandengan, seorang nelayan sedang memanggul jalanya melintas di depan saya, entah ada apa di benak pak tua itu, pada saat itu air laut sedang surut dan tanpa menunggu lama lagi ternyata seorang nelayan tadi langsung memasang jala jalanya yang memanjang ke tengah laut.seusai memasang jalanya selang beberapa menit kemudian nelayan tersebut kembali ke daratan dan menyalakan api dengan membakar kayu yang rupanya sudah disiapkan  ( membuat api unggun ). mungkin api tersebut untuk menghangatkan tubuhnya yang basah. dan pada saat itulah percakapan atau perkenalan pun terjadi, ternyata pak tua dua anak tersebut bernama pak Rosid. pak Rosid sendiri asli orang pati dan sudah 10 tahun menjadi nelayan, untuk menghidupi keluarganya pak Rosid rela walau harus menangkap ikan dengan cara berpindah pindah, dari laut ke laut dengan daerah yang berbeda. sedang apa nak di tepi pantai sendirian ? ( tanya pak rosid ). menanti matahari terbenam jawabku..dan aku pun balik tanya,,kenapa jalanya di pasang di saat air sedang surut pak ? lalu beliu menjawab dengan tujuan saat malam nanti saat air mulai pasang biasanya akan ada segerombolan ikan yang datang nak.  
                        
                              " sunset dan pak rosid yang sedang memasang jala "
 
                   
                               
                                       '' foto yang di abadikan lewat kamera handicamp ''
  
Setelah jam hampir menunjukan pukul 17.30 pada temeram senja yang bergayut manja dengan langkah malu malu engkau mulai menyembunyikan dirimu di ujung pulau panjang itu. waktupun semakin gelap dan suara azan mahgrib pun sudah berkumandang, akupun pamit pada pak rosid semoga saja malam itu menjadi malam yang panjang buat pak Rosid, karena doa ku saat itu semoga malam itu akan ada segerombolan ikan yang menghampiri jala jala itu dan mendapatkan hasil tangkapan yang melimpah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar